Karbon dioksida yang dilepaskan ke bumi akan membentuk sebuah lapisan yang menyebabkan efek rumah kaca sehingga keadaan bumi semakin panas dan cuaca menjadi tidak menentu.
Selama ini pabrik dan kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil memakai bahan penyerap lain untuk mengurangi pembuangan karbon dioksida ke udara. Tetapi semua itu masih belum cukup karena masih cukup banyak karbon dioksida yang terlepas ke udara.
Tetapi sekarang sudah ditemukan spons yang dapat menyerap karbon dioksida sehingga menjadi satu solusi terbaru. Spons tersebut dibuat dengan material berupa plastic yang biasanya digunakan untuk membuat wadah makanan. Dengan adanya penemuan ini kita dapat berharap memiliki udara yang lebih bersih di bumi. Baca juga artikel menarik tentang penemuan, di artikel Penemuan teknologi pertanian di dalam ruangan.
Temuan yang menarik bagi para peneliti dunia
Penemuan ini diungkapkan pertama kali oleh Dr Andrew Cooper dari Liverpool University dalam National Meeting & Exposition ke 248 yang diselenggarakan oleh perkumpulan peneliti terbesar di dunia bernama American Chemical Society atau ACS. Penemuan ini mendapatkan perhatian yang besar diantara 12.000 penelitian yang diungkapkan saat itu.Material polimer ini bekerja dengan sangat baik untuk menyerap karbon dioksida bila ditempatkan dalam daerah bertekanan tinggi yang penuh dengan karbon dioksida. Zat tersebut kemudian akan dimasukkan ke suatu ruangan kecil diantara molekul spons.
Yang menarik dari material spons tersebut adalah kestabilan dari komposisinya. Selain itu biaya pembuatannya pun cukup murah dan ia dapat menyerap zat karbon dioksida dengan sangat baik. Dengan demikian penemuan ini benar-benar dapat difungsikan dalam masyarakat dan tidak hanya akan menjadi wacana yang akan sulit terwujud dikarenakan kendala biaya seperti yang sering terjadi pada penemuan-penemuan lain.
Perkembangan yang diharapkan dari material bermanfaat
Diharapkan bahwa di masa depan penggunaan spons yang dapat menyerap karbon dioksida dapat membuat semua mesin yang dijalankan akan menjadi teknologi dengan nol emisi. Dr Andrew Cooper mengungkapkan bahwa material tersebut akan dapat digunakan untuk membuat suatu mesin yang bernama integrated gasification combined cycle atau IGCC.Mesin IGCC ini akan digunakan untuk mengubah bahan bakar fosil menjadi gas hydrogen. Gas tersebut kemudian yang akan menjadi sumber energi baru dalam sistem bahan bakar sell yang dapat dimanfaatkan untuk menjalankan mobil atau mesin apapun tanpa mengeluarkan emisi sama sekali sehingga tidak akan ada polusi lagi di dunia. Teknologi dengan spons yang dapat menyerap karbon dioksida tersebut akan menjadi lompatan baru bagi manusia untuk menciptakan era mesin dengan bahan bakar hydrogen.


0 komentar:
Posting Komentar